Thursday, November 23, 2006
Cerita Hari Ini...
Saya miris.

sebenarnya, pengen ol pagi2 supaya bisa post peer dari teh nia mommy Rayna dan jeng Indhy, yang kebetulan sama2 pengen membongkar isi tas yang mungil nan bersahaja ini. tapi, tadi pas mandi pagi, saya tiba2 ingin posting sesuatu tentang ini. akhirnya post peernya nanti dulu ya sodara-sodara.

pas lagi mandi pagi tadi, di kamar mandi tentunya, saya mikir apa yang mau saya tulis. kata-katanya, singgungan2nya.

ya, saya tiba2 pengen nulis tentang smackdown! saya miris sama smackdown yang ditayangkan sama lativi. sedih ngeliatnya, banyak anak2 kecil di sekitar saya yang adalah penggemar berat smackdown.

eeh, pas baru online invisible di ym, saya baca status message-nya mbak ini, menangis. iih, bikin penasaran ajah. setelah ditengok, ternyata beliau baru post tentang anak bandung yang meninggal gara2 di-smack sama teman2nya, yang notabene sudah smp, dan jumlahnya bukan satu, tapi tiga. saya nangis deh baca postingan dan beritanya. sediiiih banget.

beberapa anak2 kecil disekitar saya juga ngefans sama john senna, undertaker, king booker, batista dan lain2 lah. mereka hapal semua nama, trick2 yang digunakan untuk melumpuhkan musuhnya. berikut adalah beberapa cerita tentang kegilaan anak2 pada acara televisi yang nggak mendidik sama sekali!

My youngest brother, Rio. Rio yang masih kelas 3 sd sudah hapal betul kapan tayangan nggak mutu itu hadir di teve. semua orang dirumah, mama, ayah, dita-my younger sister, sudah ngga mempan ngasih tau. dia rela nunggu di depan teve sambil mata ngatuk kriyip2. tapi, begitu mulai acaranya, langsung segar bugar nggak pake berkedip.

pernah satu hari saya tanya,
"mas, knapa sih mas rio suka nonton begituan?"
"ooh, buagus banget ini mbak... seru!" katanya
"emang temen2mu disekolah juga padha nonton tha?"
"iya. semuanya. yang cewek2 juga kok. kamu mau nonton juga ya mbak??"
duh, nangis!

dita, saking gemesnya malah mau ngilangin channel lativi dari teve di rumah. pokoknya dia bernadzar, channel itu harus segera enyah dari peradaban pertelevisian dirumah kita. karena, menurut dia, tayangan itu sangat berdampak pada perilaku mas rio sehari2. kalopun nggak separah yang disini, (dan insyaAllah enggak lah...) tapi mas rio sekarang jadi mudah marah, mudah tersinggung, suka teriak2, dan yang paling sedih, dia suka nantangin semua orang sambil ngepal2in tinjunya gitu. kadang2 sambil ngomong gini "opo, wani tha koen karo aku? tak semek -maksudnya smack- lho.. ayo maju.." giliran saya yang cuma bisa mengelus dada..

yang ini cerita dari makassar. sepupunya ay, lhutfi dan vivi. masih kecil2 sih, cuma udah seneng aja nonton acara itu. sang kakak, lhutfi, selalu coba mempraktekkan semua yang sudah ditonton ke adiknya. vivi yang masih tk, suka ditinju, diangkat, digendong dan diperlakukan sebagai lawan. vivi memang tomboy, dia melawan. dan terjadilah pertandingan kelas bulu junior itu. dan setidaknya, patah tulang tangan vivi menjadi saksi lah...

lain lagi cerita dhimas, adek bungsunya teman saya di kampus. dia juga menggilai smackdown. tapi, karena dia jarang punya teman bermain, guling dan kasur dirumahnya jadi korban. dia loncat2 di kasur spring bed, bikin arena ring dari bantal2 dijejer, dan mulailah dia smackdown. lawannya? guling!

ya Allah, bisa nggak ya kita protes itu stasiun teve. sudah banyak yang jadi korban. kalopun nggak semuanya adalah imbas kekerasan secara fisik, tapi setidaknya semua itu akan berdampak buruk bagi perkembangan mental anak2 indonesia.

yang terakhir, yangti saya juga suka nonton smackdown. alasan beliau yang saya kutip langsung dari sumbernya, setelah ditranslate jawa-indonesia,

"sinetron sekarang bikin pusing. udah panjang, nggak selesai2, konflik kejamnya dibuat2, nggak ada yang bagus. mendingan nonton smackdown, nggak usah pake mikir. yang penting tinju, juss jus,, kalah, KO, rampung!"
*jedug2aaw..*
posted by intanariestya at 8:28 AM | Permalink |


1 Comments:


  • At 10:53 AM, Blogger nYam

    maaf ya bikin nangis T_T...tapi pagi ini nangis lagi. baca berita lapindo.

    hixz hixz.....rasanya jadi ga siap nikah